1.
Pengertian Corporate Social Responsibility
Corporate Social
Responsibility (CSR) yang secara etimologi diterjemahkan sebagai tanggung jawab
sosial perusahaan. Sebenarnya banyak sekali defenisi CSR yang diungkapkan oleh
berbagai pakar atau pun lembaga tertentu, salah satunya adalah The World
Bussines Council for Sustainable Development (WBCSD).WBCSD mengartikan, CSR is continuing
commitment by bussines to behave ethically and contribute to economic
development while improving the quality of life of the workface and their
families as well as of the local community and society at large ” ( komitmern dunia usaha untuk
terus menerus bertindak secara etis, beroperasi secara legal dan berkontribusi
untuk peningkatan ekonomi, bersamaan dengan peningkatan kualitas hidup dari karyawan
dan keluarganya sekaligus juga peningkatan kualitas komunitas lokal dan
masyarakat secara lebih luas).
CSR merupakan suatu bentuk perhatian dan kepedulian perusahaan
terhadap lingkungan dan juga sosial masyarakat. Hal ini menuntut bagaimana
perusahaan dalam praktiknya tidak hanya semata-mata mencari keuntungan belaka,
tapi lebih dari itu perusahan juga harus peduli terhadap lingkungan dan juga
masyarakat.
Di sini kami mengambil contoh CSR dari sebuah perusahaan yaitu PT. Djarum.
2.
Profil PT. Djarum
PT. Djarum adalah sebuah perusahaan rokok di Indonesia yang bermarkas
di Kudus, Jawa Tengah. Djarum merupakan salah satu dari tiga perusahaan rokok
terbesar di Indoensia (dua lainnya adalah Gudang Garam dan HM Sampoerna) dan
merupakan penyumbang cukai yang besar bagi APBN Indonesia.
Perusahaan rokok kretek Djarum berdiri
pada 25 Agustus 1950 dengan 10 pekerja. Oei Wie Gwan, mantan agen rokok Minak
Djinggo di Jakarta ini, mengawali bisnisnya dengan memasok rokok untuk Dinas Perbekalan
Angkatan Darat. Pada tahun 1955, Djarum mulai memperluas produksi dan pemasarannya.
Djarum berawal saat Oei Wie Gwan membeli usaha kecil dalam bidang
kretek bernama Djarum Gramophon pada tahun 1951 dan mengubah namanya menjadi Djarum.
Oei mulai memasarkan kretek dengan merek “Djarum” yang ternyata
sukses di pasaran. Setelah kebakaran hampir memusnahkan perusahaan pada tahun
1963 (Oei meninggal tak lama kemudian), Djarum kembali bangkit dan memodernisasikan
peralatan di pabriknya. Pada tahun 1972 Djarum mulai mengeskpor produk rokoknya
ke luar negeri. Tiga tahun kemudian Djarum memasarkan Djarum Filter, merek
pertamanya yang diproduksi menggunakan mesin, diikuti merek Djarum Super yang
diperkenalkan pada tahun 1981.
Lokasi Kerja Djarum tersebar di 76 Lokasi,dengan pembagian 70 lokasi
di Kudus, 3 lokasi di Pati, 1 lokasi di Rembang, dan 2 lokasi di Jepara. Kehadiran
Djarum di Kudus memberikan kesempatan pada masyarakat utamanya dalam penyediaan
lapangan kerja. Karyawan yang dimiliki PT.Djarum berjumlah 74.920 (Januari
2007) karyawan , dan hampir 90% para karyawan adalah masyarakat Kudus.
Proses produksi rokok Djarum terbagi dalam 2 sistem. Pertama
,Sigaret Kretek Tangan (SKT), Produk Djarum Sigaret Kretek Tangan yaitu Djarum 76
dengan Djarum 12. Kedua ,Sigaret Kretek Mesin (SKM) Djarum Super, La Lights,
Djarum Black, Djarum Mezzo. Tembakau dan Cengkeh yang digunakan adalah tembakau
yang berkualitas, dari berbagai daerah di Indonesia.
Untuk bahan baku Tembakau yang digunakan berasal dari Weleri,
Mranggen, Muntilan, Temanggung, Bojonegoro, Jember, Madura, Lombok. Tembakau
ini akan digunakan setelah melalui pross pematangan selama 2 tahun. Bahan Baku
yang kedua adalah cengkeh,cengkeh yang digunakan berasal dari Jawa, Bali, Aceh,
Ambon,Manado dll. Dan proses pematangan memakan waktu 1 tahun.
Pelanggan merupakan bagian yang sangat penting dalam keberlangsungan
suatu perusahaan, tanpa ada pelanggan, tanpa ketertarikan pelanggan terhadap
produk yang telah diproduksi, perusahan akan tidak berjalan dengan baik.
PT.Djarum selalu mengutamakan agar pelanggan selalu puas terhadap
produknya, dengan memberikan harga yang relatif rendah meskipun keuntungan yang
dicapai berkurang, hal ini diatasi dengan peningkatan hasil yang baik dan jumlah
penjualan, selain itu juga PT.Djarum memberikan dana kepada beberapa pelanggan
untuk memasarkan produknya sehingga tercipta hubungan yang sangat dekat.
A.
PERMASALAHAN
Bagaimana penerapan
program Coorporate Social Responbility pada perusahaan PT. Djarum?
B.
PEMBAHASAN
PT. Djarum menerapkan program Coorporate Social Responbility di
bidang pendidikan dan olahraga, serta pada kegiatan sosial lainnya. Penjelasan
dari program CSR PT. Djarum adalah sebagai berikut:
1.
Bidang Pendidikan
Djarum Foundation yaitu Djarum
Bakti Pendidikan berperan aktif memajukan pendidikan melalui pembudayaan dan
pemberdayaan mahasiswa berprestasi tinggi, dalam berbagai pelatihan soft skills
untuk membentuk manusia Indonesia yang disiplin, mandiri dan berwawasan masa
depan serta menjadi pemimpin yang cakap intelektual, emosional dan spiritual.
2.
Bidang Olahraga
Djarum
memberikan sumbangan yang begitu besar, berupa pembangunan GOR Bulutangkis. GOR
ini memiliki luas 29.450 meter persegi di atas lahan seluas 43.207 meter
persegi, dana yang dihabiskan Rp. 30 miliar. Bahkan, gedung ini merupakan yang
terbaik di Asia Tenggara. Gedung ini memiliki bangunan terpadu yang bergaya
arsitektur minmalis dengan ruang kantor, lapangan bulutangkis (16 lapangan),
ruang makan, pertemuan, audio visual, perpustakaan, komputer dan fitnes.
a. Bulu
Tangkis
Berbicara
mengenai bulutangkis. PT. Djarum banyak melahirkan atlet dunia seperti: Liem
Swie King, Hastomo Aebi, Hadiyanto, Kartono, Heryanto, Christioan Hadinata, dan
Hadiwinoto. Fokus utama pembangunan gedung olahraga ini untuk mengembalikan
kembali gelar dunia bulutangkia yang pernah diraih para pemain-pemain
sebelumnya.
Kisah
keterlibatan Djarum sendiri dalam mendorong perkembangan bulutangkis Indonesia
sendiri bermula pada tahun 1969. Didorong rasa cinta CEO PT. Djarum, Budi
Hartono, pada bulutangkis, serta para karyawannya, maka dijadikanlah tempat
yang biasa dijadikan tempat melinting rokok para karyawan Djarum sebagai sebuah
tempat dimana para karyawan Djarum dapat berlatih dan bermain bulutangkis. Lama
kelamaan, tempat tersebut tidak hanya menjadi tempat berlatih para karyawan PT
Djarum saja. Masyarakat sekitar pun mulai menggunakan tempat tersebut untuk
tujuan yang sama.
Akhirnya,
pada tahun 1974, terbentuklah Perkumpulan Bulutangkis Djarum (disingkat PB
Djarum) secara resmi. Awalnya perkumpulan ini didirikan didorong rasa cinta CEO
PT Djarum, Budi Hartono, pada bulutangkis, serta para karyawannya, maka
dijadikanlah tempat yang biasa dijadikan tempat melinting rokok para karyawan
Djarum sebagai sebuah tempat dimana para karyawan Djarum dapat berlatih dan
bermain bulutangkis. Lama kelamaan, tempat tersebut tidak hanya menjadi tempat
berlatih para karyawan PT Djarum saja. Masyarakat sekitar pun mulai menggunakan
tempat tersebut untuk tujuan yang sama.
Berawal
dari situ, lahirlah atlit muda berbakat, Liem Swie King yang meraih prestasi
demi prestasi secara gemilang, menumbuhkan keinginan Budi Hartono untuk serius
mengembangkan kegiatan komunitas Kudus menjadi organisasi PB DjarumPB Djarum
pernah gilang-gemilang ketika Indonesia merebut Piala Thomas pada 1984 di Kuala
Lumpur, Malaysia. Kala itu, dari delapan pemain, tujuh di antaranya berasal
dari PB Djarum yaitu Liem Swie King, Hastomo Arbi,Hadiyanto, Kartono, Heryanto,
Christian Hadinata, dan Hadibowo. Satu pemain lagi adalah Icuk Sugiart
b. Sepak
Bola
Masih
dalam bidang olahragra Djarum juga memberikan dukungan dan pengembangan
persepakbolaan Indonesia dengan program LIGA DJARUM. Djarum mensponsorinya
dengan dana lebih kurang 35 miliar. Ini diharapkan minat masyarakat akan
olahraga ini semakin meningkat.
3. Kegiatan Sosial Lainnya
Djarum
membangun tempat khusus Green Plants Cultivation Seedlings Center, tempat ini
dibangun pada tahun 1984, digunakan untuk pembudidayaan bibit-bibit tanaman,
baik itu tanaman berupa buah-buahan, hias, tanaman langka, bahkan tanaman dari
negara lain pun di kembangbiakkan.Masyarakat dapat memperoleh bibit itu secara
gratis.
Hal
yang membuat tercengang, kesalutan dan kekaguman. Pertama Djarum menyusun suatu
konsep pembelian buah dari masyarakat. Prosesnya yaitu, bibit buah yang
diberikan secara gratis kepada masyarakat, ketika telah berbuah atau panen .dan
tak dapat menghabiskan buah tersebut masyarakat dapat menjual hasil panen
tersebut kepada Djarum dengan harga yang rendah, inilah konsep yang sangat
baik, secara langsung masyarakat dapat memanfaatkan pekarangan kosong yang
dimilikinya. Setiap masyarakat, baik itu keorganisasian dan lain-lain yang ingin melakukan penghijauan, bibit
penghijauan diberikan secara cuma-cuma.
Membangun
dan mengembangkan seluruh segi kehidupan bangsa merupakan bagian yang harus
dilakukan oleh seluruh komponen bangsa. Bagi perusahaan, implementasi tanggung
jawab sosial dan bentuk pengabdian untuk negara biasanya disebut sebagai Coorporate
Social Responbility (CSR). PT.Djarum telah melakukan program ini sejak perusahaan
terbentuk. Bidang kegiatan yang dilakukan dalam CSR dapat berupa pemberdayaan
pembangunan kota, bantuan pendidikan utamanya pemberian beasiswa, bidang
olahraga, seni dan budaya dan lain-lain.
Ketika
para finalis Blog Jurnalistik Onlain melakukan kunjungan ke kota Kudus dengan
tema DISCOVERY KUDUS, yang disponsori oleh IndoPos, LA Lights, XL Seluler
Provider. Para finalis ini mendapat kesempatan untuk mengunjungi berbagai
tempat di kota Kudus utamanya Pabrik Djarum ( Sigaret Kretek Tangan dan Sigaret
Kretek Mesin, Green Plants cultivation of seedlings Center, Pengelolaan Limbah
dan terakhir GOR Bhakti Djarum.
Bila
kita melihat perubahan kota Kudus dalam konteks pembangunan, tata kota,
infrasruktur dari tahun ke tahun, semua itu tak lepas dari sumbangsih yang
diberikan oleh Djarum, Ketika Pak Handojo Setyo (Corporate Affairs PT.Djarum
Kudus) memperlihatkan kepada kami gambar keadaan kota Kudus pada tahun
sebelumnya sangat berbeda dengan sekarang ini, perubahan yang paling menonjol
dengan semakin banyaknya pepohonan di setiap jalan yang dilalui di kota Kudus.
Penghijauan kota merupakan salah satu bentuk CSR Djarum.
D. KESIMPULAN
CSR merupakan
suatu bentuk perhatian dan kepedulian perusahaan terhadap lingkungan dan juga
sosial masyarakat. Hal ini menuntut bagaimana perusahaan dalam praktiknya tidak
hanya semata-mata mencari keuntungan belaka, tapi lebih dari itu perusahan juga
harus peduli terhadap lingkungan dan juga masyarakat.
Salah satu perusahaan yang menerapkan CSR adalah Pt. Djarum. PT.
Djarum adalah sebuah perusahaan rokok di Indonesia yang bermarkas di Kudus,
Jawa Tengah. Djarum merupakan salah satu dari tiga perusahaan rokok terbesar di
Indoensia (dua lainnya adalah Gudang Garam dan HM Sampoerna) dan merupakan
penyumbang cukai yang besar bagi APBN Indonesia.
PT. Djarum menerapkan program Coorporate Social Responbility di
berbagai bidang di antaranya:
1.
Bidang Pendidikan
Djarum Foundation yaitu Djarum Bakti
Pendidikan berperan aktif memajukan pendidikan melalui pembudayaan dan
pemberdayaan mahasiswa berprestasi tinggi, dalam berbagai pelatihan soft skills
untuk membentuk manusia Indonesia yang disiplin, mandiri dan berwawasan masa
depan serta menjadi pemimpin yang cakap intelektual, emosional dan spiritual.
2.
Bidang Olahraga
Djarum memberikan
sumbangan yang begitu besar, berupa pembangunan GOR Bulutangkis. GOR ini
memiliki luas 29.450 meter persegi di atas lahan seluas 43.207 meter persegi,
dana yang dihabiskan Rp. 30 miliar. Bahkan, gedung ini merupakan yang terbaik
di Asia Tenggara. Gedung ini memiliki bangunan terpadu yang bergaya arsitektur
minmalis dengan ruang kantor, lapangan bulutangkis (16 lapangan), ruang makan,
pertemuan, audio visual, perpustakaan, komputer dan fitnes. Jenis olahraga yang
merupakan program CSR PT. Djarum yaitu bulu tangkis dan sepak bola.
3.
Kegiatan Sosial
lainnya
Djarum
membangun tempat khusus Green Plants Cultivation o Seedlings Center, tempat ini
dibangun pada tahun 1984, digunakan untuk pembudidayaan bibit-bibit tanaman,
baik itu tanaman berupa buah-buahan, hias, tanaman langka, bahkan tanaman dari
negara lain pun di kembangbiakkan.Masyarakat dapat memperoleh bibit itu secara
gratis.
E. REFERENSI
1. blog.ub.ac.id/nazal/2012/05/09/program-csr-pt-djarum/
2. tukangblog.blogspot.cpm/2011/04/profil-ptdjarum.html?m=1






0 komentar:
Posting Komentar